Thursday, June 14, 2012

Matematika sehari-hari #1: Diskon


Saya dan sahabat saya –sebut saja Dini – mendapatkan voucher diskon sebesar 20% dari sebuah gerai kerudung. Voucher ini kami dapatkan karena berbelanja dalam jumlah tertentu dan berlaku pada bulan berikutnya.

Dini bersikukuh bahwa jika bulan depan kami hanya membeli 1 item barang, maka kami rugi. Asumsi yang dia gunakan adalah semakin banyak jumlah item yang kami beli, maka semakin besar pula akumulasi diskon yang didapat.

Saya terdiam dan berpikir sebentar.

&#$%&$#$^%&^&^*%^*^&*%^ AHA! Saya menemukan argumen mengapa saya tidak sependapat dengan Dini.





Berikut ilustrasi yang saya berikan padanya.

Misalkan kerudung model A harganya 100 ribu Rupiah, dan Kerudung B juga 100 ribu Rupiah.

20% (100 + 100) = 20%(200)= 40

Dari perhitungan di atas, maka diskon yang didapat secara keseluruhan adalah 40 ribu Rupiah.

Adapun jika kita hitung diskon tiap item secara terpisah, masing-masing item akan mendapat diskon 20 ribu Rupiah. Jumlah akhir diskon tetap sama, 40 ribu Rupiah.

Saya memilih angka seratus karena angka tersebut cukup familiar dengan diskon.

Lantas, apakah argumen saya berlaku secara umum?

Apakah tetap berlaku berapa pun harga barang yang kita beli?

Atau berapa pun prosentase diskon yang kita miliki?

Jawabannya ya.

Mengapa?

Sekarang kita misalkan prosentase diskon sebagai A, harga barang sebagai B dan C.

Jika kita menghitung A(B+C) maka hasilnya tidak lain dan tidak bukan adalah AB + AC.

CASE CLOSED.

Pesan moral: Perkalian dalam lingkup bilangan Real bersifat distributif. Kita bisa mengoperasikan prosentase diskon sebagai pecahan ataupun desimal, keduanya masih dalam pagar bernama bilangan Real bukan?

Salam hangat dari kotanya para pahlawan

14.06.2012

afatsa

No comments:

Post a Comment