Showing posts with label matematika. Show all posts
Showing posts with label matematika. Show all posts
Monday, December 22, 2014
When learning is just a click away!
Sekali-kali memberi judul nginggris dengan rasa lokal. Biar terasa burger isi tempe. :P
Begitu banyak sumber informasi tersedia di jagad maya. Google menjelma menjadi mesin penjawab otomatis atas beragam pertanyaan kita. Mulai dari tips, resep, unduh film, musik, buku elektronik, berita dan gosip tumpah ruah di dunia yang katanya tak terbatas.
Bagi pembelajar otodidak (atau bukan), internet menjadi perpustakaan pusat alias semesta informasi. Every thing you want to know is just a click away. Mau tahu tentang sesuatu atau seseorang? Bisa! You just need to find it in the right place. :D :D :D *ini mah pengalaman stalker* :P
Ketika belajar hanya perlu selancar
Thursday, October 23, 2014
Keistimewaan 7
![]() |
| sumber: dari sini |
Tidak, saya tidak sedang menulis tentang kehebohan pengumuman menteri, apalagi tentang pernikahan mewah artis belakangan ini.
Me Vs Pak Jack
Saya akan berbagi kenangan tentang tujuh yang selalu terkenang sampai sekarang. Siang itu di kelas 2A SMP di kecamatan kecil bagian dari Mojokerto, kami tengah belajar matematika. Di tengah kantuk dan pusing bergulat dengan rumus, pak Jack guru kami berkata akan unjuk gigi sebagai peramal. Pertama-tama, pak Jack menulis tiga baris kategori yang masing-masing berisi tiga bilangan.
Wednesday, May 23, 2012
Palpable Arithmetic
Hampir di setiap generasi kita menemui siswa dengan keterbatasan penglihatan. Sebagaimana siswa lain, mereka juga butuh untuk belajar matematika. Berawal dari kepedulian inilah, seorang profesor dari Utrecht University –Jan Van Maanen—bergabung dalam proyek untuk mengembangkan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan siswa ini dalam belajar matematika. Professor yang mengklaim dirinya sebagai seorang historian matematika ini menemukan sebuah fakta sejarah menarik. Ketertarikan beliau terhadap sejarah matematika dan buku-buku matematika klasik mengantarkan beliau ‘berkenalan’ dengan Nicholas Saunderson.
Siapa tokoh ini sebenarnya?
Saunderson adalah penemu Palpable Arithmetic. Beliau adalah seorang profesor matematika Lukasian di Universitas Cambridge. Saunderson pantas dikatakan sebagai matematikawan istimewa mengingat fakta keterbatasan penglihatan yang dimilikinya yaitu seorang tuna netra. Sayangnya, sang profesor wafat dalam usia yang relatif muda, yaitu 36 tahun pada April 1739. Karya beliau tertuang dalam buku berjudul Elements of Algerba. Buku yang diterbitkan setahun setelah wafatnya ini dibuka dengan bahasan tentang Palpable Arithmetic.
Apaan sih Palpable Arithmetic itu?
Siapa tokoh ini sebenarnya?
Saunderson adalah penemu Palpable Arithmetic. Beliau adalah seorang profesor matematika Lukasian di Universitas Cambridge. Saunderson pantas dikatakan sebagai matematikawan istimewa mengingat fakta keterbatasan penglihatan yang dimilikinya yaitu seorang tuna netra. Sayangnya, sang profesor wafat dalam usia yang relatif muda, yaitu 36 tahun pada April 1739. Karya beliau tertuang dalam buku berjudul Elements of Algerba. Buku yang diterbitkan setahun setelah wafatnya ini dibuka dengan bahasan tentang Palpable Arithmetic.
Apaan sih Palpable Arithmetic itu?
Friday, December 2, 2011
Delima dan perpisahan sang profesor
![]() |
| pomegranate dibelah secara melintang |
Awalnya diberitakan bahwa biasanya pidato disampaikan dalam bahasa Belanda. Ah, kecil peluang kami akan diikutseratakan. :(
Sebuah email yang muncul kemarin pagi membuat saya kaget. Kami diundang untuk hadir dalam Research Meeting dwi mingguan khas FI [pertemuan ini disebut juga lunch meeting karena para staf FI biasanya mendengarkan pembicara sambil menggigit roti makan siang mereka. He3 :-) ].
Wait. Tunggu dulu. Berarti pidato yang dimaksud oleh pak dosen pekan lalu akan disampaikan dalam pertemuan ini karena acaranya terjadwal di waktu yang sama. Tapi apa hubungan antara "pidato perpisahan" dengan forum yang biasanya berisi tentang perkembangan penelitian yang diadakan oleh para staf FI ataupun para calon doktor disini?
Kira-kira apa yang akan beliau sampaikan jika temanya adalah Pomegranate: a fruitful theme for educational design?
Friday, October 21, 2011
Professor and his beloved equation
![]() |
| sumber dari sini |
Film ini berkisah tentang apa?
Film Jepang yang diadaptasi dari novel ini berkisah tentang seorang professor matematika yang hidup dengan ingatan jangka pendek 80 menit. Diceritakan dari sudut pandang Root, anak pengurus rumah tangga sang professor, film berdurasi hampir 2 jam ini menggambarkan kilas balik interaksi Root dengan sang professor yang kemudian menginspirasinya menjadi guru matematika. Root menceritakan kisahnya sebagai perkenalan awal di kelas matematika.
Kok ada orang Jepang namanya Root sih?
Root sebenarnya bukan nama asli sang narator, tapi nama tersebut diberikan oleh sang professor yang menganggap kepala anak pengurus rumah tangganya datar seperti simbol dari akar suatu bilangan (a square root). Sang profesor setiap hari akan menanyakan hal yang sama kepada ibu Root, yakni nomor sepatu dan nomor telepon. Setiap kali pula sang profesor menghubungkan angka tersebut dengan konsep matematika. Profesor digambarkan sebagai orang yang lebih nyaman memulai percakapan dengan topik matematika (terutama bilangan). Bisa dicontoh lho untuk menghindari kecanggungan ketika pertama kali kenal orang.
Dengan memuat kata EQUATION di judulnya, adakah konten matematika di film ini?
Subscribe to:
Posts (Atom)



